![]() |
| Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Respons Cepat Titik Karhutla di Engkersik. SUARASINTANG/SK |
Berdasarkan hasil pemantauan, hotspot tersebut berada di area dengan luas lahan terbakar sekitar 0,6 hektare. Setelah menerima informasi adanya titik panas, personel gabungan segera menuju lokasi dan melaksanakan upaya pemadaman.
Sebanyak tiga personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, lima personel BKO dan empat masyarakat terlibat langsung dalam proses pemadaman. Berkat sinergi tersebut, api berhasil dikendalikan hingga akhirnya dinyatakan padam dan kondisi di lokasi kembali aman.
Danramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra mengatakan, respons cepat dilakukan begitu adanya indikasi titik panas di wilayah Desa Engkersik.
“Begitu terdeteksi adanya titik panas di Desa Engkersik, personel langsung bergerak bersama personel BKO dan masyarakat untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan kondisi saat ini sudah aman serta terkendali,” ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Patroli pencegahan kembali dilakukan di sejumlah wilayah Desa Engkersik untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Patroli tersebut melibatkan tiga personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, tiga personel BKO Yon TP 538/TA, dua personel BKO Yon TP 833/BD, serta empat masyarakat Desa Engkersik.
Kegiatan pemantauan dan patroli menjadi langkah penting mengingat kondisi kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya Karhutla. Dengan pemantauan secara berkala, titik api diharapkan dapat diketahui sedini mungkin sehingga penanganan bisa segera dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Kapten Arm Syarif Mahendra mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat menimbulkan kebakaran meluas,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan aparat, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mencegah munculnya sumber api.
Sinergi antara TNI, personel BKO dan masyarakat diharapkan terus diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla. Patroli dan pemantauan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memastikan setiap titik api dapat segera ditangani.
Dengan respons cepat dan kolaborasi di lapangan, kebakaran di Desa Engkersik seluas sekitar 0,6 hektare tersebut berhasil dipadamkan sebelum meluas. Upaya pencegahan pun terus dilakukan untuk menjaga wilayah Sekadau Hilir tetap aman dari ancaman Karhutla.[SK]
