![]() |
| Kadin Kota Pontianak Hadiri Gala Dinner KJRI Kuching, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan Indonesia-Malaysia. SUARASINTANG/SK |
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya antara Kalimantan Barat dan Sarawak yang memiliki kedekatan geografis serta potensi besar dalam pengembangan kawasan perbatasan.
Gala Dinner KJRI Kuching turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan dari Kalimantan Barat, di antaranya Wali Kota Pontianak, Ketua Dekranasda Kota Pontianak beserta jajaran, Bupati Mempawah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Kubu Raya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, perwakilan Kadin Provinsi Kalbar, Ketua Kadin Kota Pontianak, serta para pelaku UMKM peserta Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026.
Forum tersebut menjadi ajang promosi BIHAS 2026 sebagai wadah strategis untuk mengembangkan industri halal, memperluas peluang investasi, meningkatkan perdagangan, sekaligus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Borneo.
Ketua Kadin Kota Pontianak M. Naufal mengatakan, pihaknya membawa serta delegasi UMKM binaan yang tergabung dalam KUDA EMAS (Kelompok Usaha Dagang Ekonomi Masyarakat) untuk berpartisipasi dalam ajang internasional tersebut.
Menurutnya, KUDA EMAS telah memiliki legalitas berbadan hukum melalui akta notaris sehingga diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan UMKM yang lebih profesional dan siap bersaing di pasar global.
“Kami ingin UMKM binaan Kadin Kota Pontianak berkembang lebih terarah dan memiliki kesempatan memperluas pasar hingga tingkat internasional,” ujar M. Naufal.
Ia menambahkan, keikutsertaan UMKM Pontianak dalam BIHAS 2026 diharapkan tidak hanya membuka akses pasar ekspor, tetapi juga menciptakan peluang kerja sama bisnis dengan mitra usaha dari Malaysia maupun negara lainnya.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, menyampaikan bahwa Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai beranda depan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui peningkatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, konektivitas, hingga penguatan hubungan antar pelaku usaha.
“BIHAS menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku bisnis, investor, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi ekonomi kawasan perbatasan,” katanya.
Sementara itu, M. Naufal mengungkapkan bahwa Kadin Kota Pontianak telah merealisasikan kerja sama konkret dengan pengusaha asal Kuching, Sarawak.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) bernama PT Borneo Global Grup yang telah memiliki legalitas di Indonesia maupun Malaysia.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat hubungan bisnis Indonesia-Malaysia melalui kawasan perbatasan,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
“Indonesia-Malaysia harus sama-sama bergerak. Kolaborasi para pengusaha kedua negara sangat penting untuk memajukan perekonomian melalui kawasan perbatasan,” ujarnya.
Ia menyebut Kadin Indonesia berkomitmen mendukung program pemerintah melalui keterlibatan aktif dunia usaha. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli mengapresiasi langkah Kadin yang telah membangun kerja sama nyata dengan mitra usaha di Sarawak.
Ia memastikan KJRI Kuching siap mendukung berbagai bentuk kolaborasi ekonomi melalui semangat Indonesia Incorporated, yakni sinergi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat kerja sama bisnis dan investasi.
“Konjen Kuching siap bekerja sama dengan Kadin untuk mendukung Indonesia Incorporated, sehingga kerja sama bisnis dan ekonomi yang terjalin dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Melalui BIHAS 2026, Kadin Kota Pontianak berharap hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, khususnya Kalimantan Barat-Sarawak, semakin kuat dan mampu menjadikan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Borneo. [SK]
.jpeg)