|

Desa Jeruju Besar Juara Lomba Desa Tingkat Kalbar, Bupati Sujiwo: Kebanggaan Besar bagi Kubu Raya

 

Bupati Kubu Raya Sujiwo. SUARASINTANG/SK
Kubu Raya (Suara Sintang) – Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keberhasilan tersebut melengkapi capaian sebelumnya setelah desa itu juga dinobatkan sebagai yang terbaik pada Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kubu Raya.

Prestasi gemilang tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan kepada Pemerintah Desa Jeruju Besar dan seluruh masyarakat yang dinilai berhasil menunjukkan sinergi kuat dalam membangun desa hingga mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.

Apresiasi itu disampaikan Sujiwo saat menerima Camat Sungai Kakap Junaidi bersama Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Desa Jeruju Besar, Bu Kades beserta jajaran, dan seluruh masyarakat Desa Jeruju Besar yang baru saja dinobatkan sebagai juara lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ini adalah kebanggaan bagi Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, keberhasilan Desa Jeruju Besar membuktikan bahwa pembangunan desa dapat berjalan optimal apabila didukung kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya. Saya ingin semangat membangun desa terus tumbuh karena kemajuan daerah berawal dari desa yang maju, tertata, dan masyarakatnya aktif bergotong royong,” tuturnya.

Di tengah keberhasilan tersebut, Sujiwo mengingatkan bahwa pembangunan daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan akibat keterbatasan anggaran. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam membangun.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalami pemangkasan anggaran hingga hampir Rp397 miliar. Selain itu, dana desa yang berkurang turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan.

“Memang ada pengurangan dana desa yang cukup besar sehingga ruang fiskal desa menjadi terbatas. Begitu juga Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang mengalami pemangkasan anggaran hampir Rp397 miliar. Tetapi bagi saya, ini justru menjadi pemicu untuk berpikir lebih kreatif, membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, anggota DPR RI, dan kementerian agar program pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play