![]() |
| Usaha Fotocopy dan Print mengalami penurunan penjualan akibat adanya pemadaman listrik bergilir. SUARASINTANG/SK |
Salah satu depot air galon di Pontianak mengungkapkan adanya penurunan jumlah pelanggan selama pemadaman berlangsung. Utin, salah satu karyawan depot air galon, mengatakan pihaknya bahkan harus menolak permintaan pengisian air galon karena mesin tidak dapat beroperasi tanpa aliran listrik.
“Tentu terdampak kak. Hari itu ada mati listrik dari jam 6 sampai jam setengah 9, lumayan lama. Biasanya pelanggan bertanya apakah bisa mengisi air atau tidak, kami jawab belum bisa karena listrik mati dan kami juga tidak tahu kapan menyala kembali,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (7/7/2026).
Menurut Utin, kondisi tersebut membuat jumlah pengisian air galon mengalami penurunan cukup signifikan. Jika dalam kondisi normal pihaknya mampu melayani hingga ratusan galon per hari, saat terjadi pemadaman jumlah tersebut berkurang.
“Kalau sehari biasanya bisa dapat sekitar 300 galon, kemarin karena mati lampu hanya sekitar 200 galon yang kami isi,” katanya.
Ia menyebutkan, depot tempatnya bekerja belum memiliki mesin generator set (genset), sehingga tidak banyak pilihan yang dapat dilakukan ketika pemadaman terjadi.
“Kita di sini belum pakai genset, jadi cukup susah. Biasanya kalau ada pelanggan yang mau isi air, kami arahkan ke depot lain yang masih bisa melayani,” tambahnya.
Selain depot air galon, usaha jasa fotokopi dan percetakan juga merasakan dampak serupa. Reihan, salah satu karyawan toko alat tulis kantor (ATK) di Pontianak, mengatakan pemadaman listrik menyebabkan omzet usaha menurun drastis.
“Dampaknya omzet kita berkurang. Biasanya pendapatan satu hari bisa Rp1 juta, sekarang bisa hanya sekitar Rp200 ribu. Perbandingannya satu banding lima,” ungkapnya.
Reihan mengatakan, dalam sepekan terakhir tempat usahanya sudah beberapa kali mengalami pemadaman listrik dengan waktu yang berbeda-beda.
“Dalam satu minggu kayaknya sudah tiga hari. Hari Sabtu dari jam 2 siang sampai jam 6 sore, hari Minggu pagi, sedangkan kemarin malam listrik mati,” jelasnya.
Menurutnya, mayoritas pelanggan yang datang ke tokonya membutuhkan layanan fotokopi dan print, sehingga ketika listrik padam pelayanan tidak dapat dilakukan.
“Sebenarnya pelanggan bukan berkurang, tetapi ketika mereka datang kami tidak bisa melayani fotokopi atau print karena harus menggunakan listrik. Pelanggan di sini kebanyakan memang untuk fotokopi dan print, bukan membeli alat tulis,” tuturnya.
Para pelaku usaha berharap kondisi pemadaman bergilir dapat segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal. Mereka berharap pasokan listrik dapat kembali stabil agar usaha kecil dan menengah tidak terus mengalami kerugian akibat gangguan operasional. [SK]
.jpeg)