![]() |
| Kepala Desa Anjungan Dalam, Andi Wiyata (kanan) saat menyerahkan bantuan di Posko Kebakaran Pasar Sungai Duri, Jumat (21/8/2026). SUARASINTANG/SK |
Salah satunya datang dari Kepala Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Andi Wiyata. Ia mendatangi Posko Kebakaran Pasar Sungai Duri pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak.
Bantuan berupa mi instan tersebut diterima langsung oleh Ketua Posko Kebakaran Pasar Sungai Duri.
Andi Wiyata mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dirinya bersama masyarakat Anjongan terhadap warga yang harus kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat musibah kebakaran.
“Saya mewakili masyarakat Anjongan merasa terpanggil untuk meringankan beban para korban kebakaran. Bantuan saya ini mungkin tak seberapa, mohon dapat diterima sebagai wujud empati, kepedulian, dan kebersamaan terhadap saudara-saudara kami korban kebakaran di Pasar Sungai Duri,” ujarnya.
Menurut Andi, dalam kondisi seperti ini, dukungan sekecil apa pun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi para korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di posko pengungsian.
Andi juga mengajak seluruh warga terdampak untuk tetap bersabar dan tabah dalam menghadapi musibah tersebut. Ia berharap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda dapat segera bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.
“Kita doakan bersama agar saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan untuk kembali bangkit setelah musibah ini,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri pada Kamis (20/8/2026) malam.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dari kompleks pertokoan yang berada di kawasan padat penduduk dan tidak jauh dari Mapolsek Sungai Duri.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke sejumlah bangunan ruko di sekitarnya. Kondisi bangunan yang sebagian telah berusia tua dan menggunakan material kayu membuat api cepat menjalar serta menyulitkan proses pemadaman.
Tiupan angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran kobaran api hingga melahap puluhan bangunan.
Dalam musibah tersebut, sekitar 50 unit ruko dilaporkan ludes terbakar. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat dan membutuhkan pengerahan kekuatan besar.
Sekitar 60 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk berjibaku menjinakkan api dan mencegah kobaran meluas ke kawasan permukiman di sekitar lokasi.
Di tengah kepiluan akibat musibah tersebut, solidaritas dari berbagai pihak terus mengalir. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan berbagai keperluan lainnya mulai berdatangan ke posko kebakaran untuk membantu meringankan beban warga terdampak.
Kehadiran bantuan tersebut menjadi bukti bahwa di tengah musibah, rasa kepedulian dan kebersamaan masyarakat tetap menyala. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu warga Pasar Sungai Duri melewati masa sulit sekaligus menjadi kekuatan untuk kembali bangkit dan menata kehidupan setelah kehilangan akibat kebakaran.[SK]
