![]() |
| Lemkari Sintang Gelar Gashuku dan Ujian Kyu, Matangkan Atlet Hadapi Porprov Kalbar 2026. SUARASINTANG |
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Ketua Lemkari Kabupaten Sintang Yohanes Rumpak beserta jajaran pengurus Lemkari Sintang, Pengurus Lemkari Provinsi Kalimantan Barat serta para atlet karate Lemkari Sintang.
Gashuku merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan karateka. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para karateka untuk berlatih bersama, memperbaiki teknik, menyamakan gerakan serta menyeragamkan teknik yang telah dipelajari dalam latihan masing-masing.
Ketua Lemkari Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menjelaskan bahwa Gashuku tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknik karate, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter para atlet.
“Gashuku merupakan salah satu kegiatan penting dalam pembinaan karateka. Para peserta tidak hanya mendapatkan latihan teknik, tetapi juga ditempa dari sisi fisik, mental, disiplin, konsentrasi, keberanian dan sikap tanggung jawab,” terang Yohanes Rumpak.
Menurutnya, proses pembinaan karate harus dilakukan secara menyeluruh. Kemampuan teknik yang baik harus diimbangi dengan kekuatan fisik, mental bertanding dan karakter yang kuat. Karena itu, Gashuku menjadi salah satu metode yang penting untuk mempersiapkan karateka menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi.
Selain Gashuku, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Ujian Penurunan Kyu. Ujian ini menjadi bagian dari jenjang pembinaan karateka untuk mengukur sejauh mana penguasaan materi dan kemampuan peserta sesuai dengan tingkatan yang telah dijalani.
“Ujian Penurunan Kyu menjadi tahapan untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam menguasai materi karate sesuai tingkatan yang telah mereka jalani,” jelas Yohanes.
Lebih lanjut, Yohanes mengatakan kegiatan Gashuku dan Ujian Penurunan Kyu tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Lemkari Kabupaten Sintang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026.
Menurutnya, persiapan menghadapi Porprov harus dilakukan sejak dini dan secara terukur. Para atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga harus memiliki kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan yang tinggi.
“Kegiatan ini juga dalam rangka menyiapkan atlet menuju Porprov Kalbar bulan Oktober 2026. Dengan demikian, seluruh atlet karate Lemkari Sintang nantinya siap mengikuti Porprov dan meraih prestasi lagi,” tegas Yohanes.
Ia berharap seluruh atlet dapat memanfaatkan setiap proses latihan dan pembinaan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan. Prestasi yang telah diraih Lemkari Sintang pada berbagai kejuaraan sebelumnya diharapkan dapat menjadi motivasi untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik pada ajang Porprov Kalimantan Barat.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan Pemerintah Kabupaten Sintang, pengurus Lemkari, para pelatih dan orang tua, Lemkari Sintang optimistis mampu mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk membawa nama Kabupaten Sintang dan kembali mengukir prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
