Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang Niko Dimus, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta para mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Florensius Ronny menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kepada Kabupaten Sintang sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memilih Kabupaten Sintang sebagai lokasi KKN. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi para mahasiswa,” ujar Florensius Ronny.
Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pengalaman lapangan yang berharga, tetapi juga dapat menghadirkan ide, inovasi, dan semangat baru dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati juga meminta para lurah dan perangkat wilayah yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa untuk memberikan pendampingan dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa akan menciptakan suasana yang kondusif serta mendukung keberhasilan program KKN.
“Kepada lurah di lokasi KKN, mohon dijaga dan dibimbing peserta KKN yang sudah datang jauh-jauh. Mudah-mudahan kita dapat memberikan kesan yang baik dan saling bertukar pikiran untuk Kabupaten Sintang yang lebih baik, ramah, dan maju,” pesannya.
Florensius Ronny menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami realitas kehidupan masyarakat secara langsung. Melalui interaksi di lapangan, mahasiswa dapat belajar mengenai berbagai persoalan sosial, budaya, ekonomi, maupun potensi daerah yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan.
Karena itu, ia mendorong seluruh peserta KKN untuk menggali informasi dan mengenal lebih dalam karakteristik Kabupaten Sintang sebelum menyusun program kerja yang akan dijalankan.
“Saya mendorong peserta KKN untuk mencari informasi tentang Kabupaten Sintang di internet. Kabupaten Sintang memiliki luas wilayah sekitar 21.635 kilometer persegi, terdiri atas 14 kecamatan dan 391 desa. Dengan memahami karakter daerah, mahasiswa akan lebih mudah menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Kabupaten Sintang yang memiliki wilayah luas serta keragaman sosial dan budaya dinilai menjadi ruang belajar yang kaya bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan kepemimpinan. Berbagai potensi daerah yang dimiliki juga dapat menjadi bahan kajian sekaligus peluang pengembangan program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Melalui pelaksanaan KKN Angkatan ke-120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang mendukung pembangunan daerah, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter dan kapasitas mereka sebagai generasi penerus bangsa. [SK]
