![]() |
| Kapolres Bengkayang Turun Langsung ke Lokasi, Kebakaran Pasar Sungai Duri Hanguskan Puluhan Ruko. SUARASINTANG/SK |
Sedikitnya 50 unit rumah toko (ruko) terdampak dan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya hingga proses pemadaman berlanjut sampai Jumat (21/8/2026) dini hari.
Begitu menerima informasi kebakaran, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab langsung bergerak menuju lokasi bersama personel Satsamapta, Satlantas, Satreskrim dan Satintelkam Polres Bengkayang.
Kapolres bersama personel berangkat dari Kecamatan Bengkayang untuk membantu proses pemadaman sekaligus memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat membakar salah satu ruko sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang berada di sekitar pasar kemudian berusaha melakukan pemadaman secara manual sembari meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Namun, upaya awal tersebut belum mampu menghentikan kobaran api. Api dengan cepat membesar dan merambat ke ruko-ruko yang berada di sisi lainnya.
Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, yang memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut juga langsung menuju lokasi. Bersama masyarakat, ia ikut membantu upaya pemadaman sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Salah seorang saksi, Aleng, menyebut api diduga bermula dari salah satu ruko yang saat kejadian dalam keadaan kosong.
“Dugaan sementara, kebakaran kemungkinan disebabkan korsleting arus listrik. Namun, untuk memastikan penyebabnya masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Aleng.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan kepolisian langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kebakaran.
Selain membantu proses pemadaman, personel kepolisian melakukan pengamanan lokasi, mengatur arus lalu lintas dan membantu warga mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari bangunan sekitar.
“Yang paling utama dalam situasi seperti ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, membantu proses pemadaman, mengamankan lokasi, dan menjaga agar situasi tetap kondusif,” ujar Syahirul.
Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mempercepat penanganan kebakaran. Sterilisasi lokasi dilakukan untuk memudahkan petugas pemadam bekerja sekaligus mencegah warga mendekati area berbahaya.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sedikitnya puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai unsur dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan penyiraman di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.
Hingga Jumat (21/8/2026), tim pemadam gabungan masih melakukan pendinginan di lokasi. Kapolres Bengkayang juga kembali melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi pascakebakaran.
Di sekitar lokasi, personel Polres Bengkayang dan Polsek masih melakukan pengaturan lalu lintas. Sementara petugas pemadam terus melakukan penyiraman terhadap puing-puing bangunan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Untuk mengungkap penyebab kebakaran, Polres Bengkayang menurunkan Tim Inafis Satreskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Olah TKP dilakukan dengan memeriksa kondisi bangunan yang terbakar serta mengumpulkan berbagai keterangan dan petunjuk yang dapat membantu penyelidikan.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 50 unit ruko terdampak kebakaran. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp70 miliar, meliputi bangunan, stok sembako, barang elektronik serta berbagai barang berharga milik para pedagang.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Fendi (33), anak pemilik Warung Kopi Alang, sempat mendapat perawatan di RS Rubini Mempawah.
Fendi dilaporkan tidak mengalami luka akibat kebakaran, namun diduga mengalami sesak napas setelah menghirup asap hingga sempat pingsan. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban kemudian menjalani perawatan lebih lanjut.
Kapolres Bengkayang menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di bagian ruang tengah salah satu ruko. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Tidak menutup kemungkinan ada faktor lain, sehingga kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses penyelidikan selesai,” kata Syahirul.
Saat ini, kawasan bekas kebakaran telah dipasang garis polisi dan diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, kondisi di sekitar Pasar Sungai Duri pada Jumat (21/8/2026) terpantau aman dan kondusif. Petugas masih bersiaga untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. [SK]
