![]() |
| Bupati Yohanes Ontot didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Najori dan Direktur RSUD Mth Djaman Sanggau Basilinus. SUARASINTANG/SK |
Penegasan tersebut disampaikan Yohanes Ontot saat membuka kegiatan In House Training (IHT) Komunikasi Efektif dan Service Excellence di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Training Ultimate for Hospital” tersebut menyasar tenaga kesehatan serta petugas pelayanan rumah sakit sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Ontot berharap pelatihan tersebut mampu mendorong perubahan nyata dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Sanggau. Menurutnya, pelayanan yang sebelumnya dianggap biasa harus terus ditingkatkan menjadi pelayanan yang benar-benar prima.
“Yang kemarin mungkin dianggap biasa-biasa saja, tapi bagaimana pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan kesehatan, pelayanan kesehatan ini harus menjadi sebuah hal yang paling utama,” harap Ontot.
Ia menekankan bahwa pelayanan prima tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga kepada keluarga yang mendampingi. Sebab, dalam kondisi tertentu, keluarga menjadi pihak yang berkomunikasi langsung dengan tenaga kesehatan ketika pasien tidak mampu berkomunikasi.
“Jadi service excellent kepada setiap orang yang datang ke rumah sakit. Siapapun, terlebih para pasien dan keluarganya. Karena ada kaitan juga keluarga pasien dengan pasien,” ujarnya.
Menurut Ontot, masyarakat yang datang ke rumah sakit pada dasarnya berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Karena itu, tenaga kesehatan dan seluruh petugas pelayanan harus mampu memberikan respons yang cepat sekaligus membangun komunikasi yang baik.
“Harapan kita, orang datang ke rumah sakit ini membutuhkan kesembuhan yang cepat dan layanan yang baik dari pihak rumah sakit dan para dokter, bidang perawat. Nah, oleh karenanya maka ini harus terus berubah,” katanya.
Bupati Ontot menegaskan bahwa tujuan utama pelayanan di rumah sakit adalah memastikan pasien mendapatkan penanganan terbaik sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal.
“Kata kuncinya bagaimana menyelamatkan orang yang sakit. Nah jadi dia lebih cepat sembuh. Sehingga tidak ada lagi orang komplain,” tegasnya.
Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan tidak cukup hanya dengan memberikan arahan kepada petugas. Diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman tenaga pelayanan dalam menghadapi pasien maupun keluarga pasien.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan komunikasi efektif dan service excellence yang digelar bagi para tenaga kesehatan dan petugas pelayanan.
“Tetapi kita ambil jalan pintas untuk kita lakukan training. Nah, hari ini kita lakukan training,” pungkasnya.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi, keramahan, kecepatan merespons kebutuhan pasien serta sikap profesional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat mendorong RSUD maupun fasilitas kesehatan lainnya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan yang lebih berorientasi kepada masyarakat.
Dengan pelayanan yang semakin baik, rumah sakit diharapkan tidak hanya menjadi tempat mendapatkan pengobatan, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan rasa aman, nyaman dan kepastian bagi pasien maupun keluarga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan. [SK]
