|

Erlina Ria Norsan Dorong Pengusaha Muslimah Kalbar Naik Kelas dan Kuasai Digitalisasi

 

Pelantikan Pengurus PW IPEMI Kalimantan Barat Masa Bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) II PW IPEMI Kalbar di Pendopo Kalbar, Selasa (11/8/2026). SUARASINTANG/SK
Pontianak (Suara Sintang) – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, yang juga Penasehat PW Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kalimantan Barat, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pembangunan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Pesan tersebut disampaikan Erlina saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Pelantikan Pengurus PW IPEMI Kalimantan Barat Masa Bakti 2026-2031 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) II PW IPEMI Kalbar di Pendopo Kalbar, Selasa (11/8/2026).

Erlina mengatakan, momentum pelantikan kepengurusan baru IPEMI harus menjadi titik penguatan peran perempuan, khususnya dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

“Perempuan memiliki banyak peran strategis dalam kehidupan. Di rumah, kita menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anak. Di tengah masyarakat, kita menjadi penggerak sosial. Sementara di dunia usaha, perempuan dapat menjadi pencipta peluang, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga dan daerah,” ujarnya.

Menurut Erlina, IPEMI memiliki posisi strategis sebagai wadah bagi pengusaha muslimah untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta saling menguatkan dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia usaha.

“IPEMI bukan hanya sebagai organisasi yang menghimpun para pengusaha muslimah, tetapi IPEMI adalah rumah untuk bertumbuh, rumah tempat perempuan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan, rumah tempat pengalaman dibagikan, peluang dipertemukan, dan usaha kecil didorong untuk naik kelas,” katanya.

Ia menekankan, keberhasilan seorang perempuan hendaknya tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga menjadi jalan bagi perempuan lain untuk ikut tumbuh dan berkembang.

Erlina turut membagikan pengalamannya dalam memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan maupun pemerintahan. Sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kalbar yang membina gerakan PKK di 14 kabupaten/kota, mantan kepala daerah, serta Ketua Umum APKASI Bidang Perempuan, ia mengajak perempuan untuk memiliki mental kuat, optimistis, dan pantang menyerah.

“Sebagai perempuan kita jangan cengeng, jangan sedih, dan terus mengeluh, karena insyaallah semua bisa dikerjakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erlina mengingatkan para pengusaha perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, penguasaan digitalisasi menjadi kebutuhan penting karena persaingan dunia usaha kini tidak lagi terbatas pada pasar di lingkungan sekitar.

IPEMI diharapkan menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas anggotanya, mulai dari pengembangan produk, manajemen usaha, pemasaran digital, pemenuhan legalitas dan sertifikasi, hingga membuka akses permodalan.

“Pengusaha perempuan harus terus meningkatkan kemampuan. Produk yang baik harus dibarengi dengan pengelolaan usaha yang baik, pemasaran yang kuat, legalitas yang lengkap, sertifikasi yang diperlukan, serta akses permodalan,” tambahnya.

Erlina mengatakan TP PKK Provinsi Kalbar terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam penguatan legalitas dan digitalisasi usaha.

“Kami PKK ini turun ke lapangan ada namanya kolaborasi untuk pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan juga QRIS. Jadi, setiap turun ke lapangan, kami merangkul seluruh UMKM supaya bisa difasilitasi dan dibuatkan secara gratis,” jelasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, anggota IPEMI yang memiliki usaha di berbagai kabupaten/kota di Kalbar dapat berkoordinasi dengan pengurus TP PKK setempat ketika terdapat agenda kunjungan lapangan. Langkah tersebut diharapkan mempermudah pelaku usaha mendapatkan legalitas serta memenuhi berbagai kebutuhan administrasi usaha.

Tidak hanya legalitas, Erlina juga mengingatkan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku usaha.

“Jangan lupa produk-produk kita juga harus dilindungi. Kalau sudah memiliki produk yang bagus, jangan sampai karya kita diambil atau dijiplak oleh pihak lain. Karena itu, hak kekayaan intelektual juga penting untuk diperhatikan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum IPEMI Nasional, Inggrid Kansil, mengatakan IPEMI didirikan pada 2015 oleh para perempuan yang memiliki visi dan misi bersama untuk mendorong kemajuan perempuan, khususnya di bidang ekonomi.

Menurut Inggrid, IPEMI lahir dari kesadaran akan pentingnya sebuah wadah yang tidak hanya berorientasi pada dakwah dan keagamaan, tetapi juga menyediakan ruang, sarana, serta mediasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Kehadiran IPEMI diharapkan mampu menjadi sarana untuk melanjutkan perjuangan dalam menyejahterakan masyarakat serta memberikan kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi sesama,” ujarnya.

Ia menyebut IPEMI terus mengalami perkembangan sejak didirikan. Saat ini, organisasi tersebut telah hadir di 36 provinsi di Indonesia, termasuk dengan pelantikan kepengurusan terbaru di Papua Pegunungan.

IPEMI juga telah memiliki jaringan di sekitar 360 kabupaten/kota di Indonesia serta hadir di 17 negara, di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia, Jepang, dan Belgia.

“Keberadaan jaringan internasional ini menunjukkan bahwa semangat pengusaha muslimah Indonesia mampu menembus batas negara dan menginspirasi banyak pihak di kancah global,” jelasnya.

Inggrid mengajak seluruh anggota IPEMI untuk senantiasa meluruskan niat dalam berorganisasi, dengan tujuan memberikan manfaat kepada masyarakat serta meraih keberkahan di dunia dan akhirat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dengan mengedepankan komunikasi yang baik serta menghindari konflik dan perdebatan yang tidak produktif.

Dengan semangat kebersamaan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi lintas sektor, IPEMI Kalbar diharapkan semakin mampu memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Kemajuan ekonomi, menurut Inggrid, tidak hanya bertumpu pada korporasi besar, tetapi juga tumbuh dari tangan-tangan kreatif pelaku usaha kecil dan pengusaha perempuan yang terus mengembangkan usaha di berbagai daerah.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play