PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengerahkan 13 personel relawan untuk membantu memperkuat tim pemadam kebakaran PT BAI dalam menghadapi ancaman karhutla yang masih terjadi di tengah musim kemarau.
Belasan personel tersebut terdiri dari regu pemadaman kebakaran bersertifikat serta tim medis. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kesehatan personel tetap menjadi perhatian selama bertugas di lapangan.
Koordinator Relawan Damkar INALUM, Muhammad Rorim Fanromi, mengatakan pengerahan personel merupakan bentuk kolaborasi antarperseroan untuk menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meluas di tengah kondisi cuaca kering.
“Kami dari PT INALUM membawa 13 personel relawan untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di area operasional PT BAI. Yang kami bawa adalah regu pemadaman kebakaran yang bersertifikat dan juga tim medis,” ujarnya.
Rorim menjelaskan, para personel INALUM dijadwalkan menjalankan tugas di wilayah operasional PT BAI mulai 25 Agustus hingga 5 September 2026.
Namun, masa penugasan tersebut bersifat situasional dan dapat diperpanjang apabila kondisi karhutla belum sepenuhnya terkendali serta masih membutuhkan dukungan personel tambahan.
Tidak hanya itu, INALUM juga membuka kemungkinan mengerahkan regu berikutnya apabila situasi di lapangan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Jika kondisi masih belum mereda, kami dari INALUM akan mengirimkan regu lainnya untuk turun ke BAI sebagai bentuk kolaborasi antarperusahaan,” kata Rorim.
Kehadiran personel INALUM diharapkan dapat memperkuat Emergency Response Group (ERG) PT BAI dalam melakukan pemantauan dan penanganan titik api. Dengan tambahan personel bersertifikat, respons terhadap potensi kebakaran di kawasan operasional diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Sementara keberadaan tim medis menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan para petugas pemadam yang bekerja di tengah kondisi lapangan yang penuh tantangan, terutama saat menghadapi cuaca panas, asap, serta medan yang sulit dijangkau.
Kolaborasi antara PT BAI dan INALUM ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Penanganan kebakaran tidak hanya membutuhkan peralatan, tetapi juga kesiapan personel, koordinasi, serta respons cepat ketika titik api ditemukan.
Di tengah musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api juga perlu ditingkatkan. Upaya pencegahan dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang dan meluas ke kawasan lain.
Kolaborasi lintas perusahaan diharapkan dapat membantu menekan risiko karhutla sekaligus menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT BAI. [SK]
.jpg)