|

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Mempawah, PM2.5 Tembus 313,1 µgram/m³

 

Salah satu sudut Kota Mempawah Kalimantan Barat yang diselimuti kabut asap sehingga kondisi udara dinyatakan tidak sehat untuk beraktivitas, Kamis (27/8/2026). SUARASINTANG/SK
Mempawah (Suara Sintang) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun drastis dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Pantauan SUARAKALBAR.CO.ID pada Rabu (26/8/2026), kabut asap terlihat semakin pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di Kota Mempawah, kepulan asap bahkan membuat jarak pandang berkurang.

Sejumlah warga juga mulai mengeluhkan dampak kabut asap, seperti napas terasa berat dan mata pedih, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi serupa terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah yang turut terdampak sebaran asap Karhutla.

Berdasarkan data pengukuran konsentrasi partikulat PM2.5 dari BMKG Kalimantan Barat, kondisi udara di wilayah Jongkat, Kabupaten Mempawah, telah mencapai level yang perlu diwaspadai.

Pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 313,1 µgram/m³. Tingginya konsentrasi partikulat tersebut menunjukkan kondisi udara yang sangat buruk dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Padahal, kualitas udara pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB sempat menunjukkan perbaikan. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Konsentrasi PM2.5 kembali meningkat sejak pukul 08.00 WIB hingga mencapai puncaknya pada pukul 11.00 WIB.

Rata-rata konsentrasi PM2.5 harian juga tercatat sebesar 119,1 µgram/m³.

Memburuknya kualitas udara menjadi perhatian serius karena paparan partikulat halus PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker dan menghindari paparan asap secara langsung.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang semakin berat.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi alarm bahwa penanganan Karhutla di Kabupaten Mempawah perlu terus diperkuat. Upaya pemadaman titik api harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak semakin mengancam kesehatan masyarakat.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, sinergi pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan dampak Karhutla sekaligus mencegah munculnya titik api baru. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play