| Ilustrasi – OTT /int. SUARASINTANG/SK |
Informasi tersebut beredar luas melalui media sosial dan pesan berantai WhatsApp sejak Rabu (30/9/2026). Dalam pesan yang beredar disebutkan bahwa Direktur Perumdam Tirta Bengkayang diamankan oleh Tim Tipikor Polda Kalbar.
Namun, hingga Kamis (1/10/2026), belum ada keterangan resmi dari Polda Kalbar yang membenarkan maupun membantah informasi mengenai dugaan OTT tersebut.
Wartawan SuaraKalbar.co.id kemudian melakukan konfirmasi kepada sejumlah pegawai Perumdam Tirta Bengkayang. Mereka mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai kabar yang beredar tersebut.
Sejumlah nomor telepon dan WhatsApp pegawai Perumdam Tirta Bengkayang yang dihubungi juga belum dapat memberikan informasi terkait kebenaran kabar dugaan OTT terhadap HR.
Sementara itu, pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 19.15 WIB, SuaraKalbar.co.id memperoleh sebuah foto yang diduga memperlihatkan Direktur Perumdam Tirta Bengkayang berinisial HR sedang bersama seorang polisi berseragam lengkap dan lima orang lainnya.
Dalam foto tersebut terlihat seorang perempuan mengenakan jilbab, sementara beberapa orang lainnya mengenakan pakaian sipil. Namun, foto tersebut belum dapat dijadikan sebagai bukti bahwa telah terjadi OTT.
Identitas orang-orang yang berada dalam foto serta konteks pengambilan foto tersebut juga belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Konfirmasi kemudian dilakukan kepada Humas Polres Bengkayang. Pihak kepolisian menyatakan belum memperoleh informasi resmi mengenai kabar tersebut.
“Rekan-rekan kita saling cari kebenaran informasi tersebut. Kami juga belum mendapat informasi,” demikian keterangan Humas Polres Bengkayang.
Konfirmasi juga telah dilakukan melalui grup WhatsApp Humas Polda Kalbar. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi mengenai kabar dugaan OTT terhadap Direktur Perumdam Tirta Bengkayang.
Dengan demikian, informasi mengenai dugaan OTT tersebut masih belum terverifikasi secara resmi. SuaraKalbar.co.id masih menunggu penjelasan dari Humas Polda Kalbar untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. [SK]