![]() |
| Tim SAR saat evakusi korban tenggelam di Sungai Sambas Besar. SUARASINTANG/SK |
Korban diketahui bernama Alvin (23), warga Dusun Sekampung Sabing, RT 01/RW 01, Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.05 WIB.
Kepala Kantor SAR Pontianak I Made Junetra mengatakan, korban ditemukan pada koordinat 1°25’54” N – 109°18’42” E, sekitar 300 meter ke arah hilir dari Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK).
“Pada tanggal 19 Agustus 2026 pukul 13.05 WIB tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 1°25’54” N – 109°18’42” E, jarak 300 meter arah hilir dari Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK),” ujar I Made Junetra.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Selanjutnya, korban diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
I Made Junetra menjelaskan, setelah korban ditemukan dan seluruh tahapan pencarian serta pertolongan dilaksanakan, tim SAR gabungan melakukan evaluasi dan koordinasi.
Pada pukul 14.30 WIB, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. Search Mission Coordinator (SMC) kemudian mengusulkan penutupan operasi SAR.
Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tenggelam di Sungai Sambas Besar resmi dihentikan.
I Made Junetra mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di sungai. Menurutnya, kondisi sungai memiliki risiko keselamatan yang perlu diperhatikan, terutama dengan mempertimbangkan faktor cuaca, arus, serta kondisi lingkungan sekitar.
“Selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai dan segera hubungi 115 jika mengalami kondisi membahayakan manusia,” katanya.
Operasi SAR melibatkan unsur SAR gabungan yang melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyisiran hingga hari kedua, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di perairan, terutama di tengah kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu. [SK]
