| Wako Pontianak Edi Kamtono. SUARASINTANG/SK |
Air tawar tersebut kini dalam proses pemindahan dan pemeriksaan sebelum diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di tengah kondisi air baku Sungai Kapuas yang masih terdampak intrusi air laut.
IPA Nipah Kuning Dalam memiliki kapasitas produksi sekitar 300 liter per detik dan menjadi salah satu fasilitas penting dalam pelayanan kebutuhan air masyarakat, khususnya di Kecamatan Pontianak Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan tambahan pasokan air tawar tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas dan ketersediaan air bagi masyarakat.
“Ini IPA baru, investasinya cukup besar dan terutama melayani masyarakat di Pontianak Barat. Dengan adanya tambahan air tawar ini, tentunya kita berharap kualitas air yang tersedia semakin baik,” kata Edi.
Untuk tahap awal, air tawar yang tiba menggunakan tongkang akan ditampung dan diproses terlebih dahulu. Setelah dinyatakan memenuhi standar, air tersebut dapat disalurkan atau diambil masyarakat secara gratis untuk kebutuhan minum.
Edi memperkirakan proses pengolahan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga tambahan pasokan air minum bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, perjalanan tongkang dari Terentang menuju Pontianak membutuhkan waktu sekitar dua hari. Kondisi kabut asap dengan jarak pandang yang terbatas juga membuat perjalanan harus dilakukan secara lebih hati-hati.
Pengambilan air tawar menggunakan tongkang akan terus dilakukan selama kualitas air baku Sungai Kapuas masih terdampak intrusi air laut.
“Ini akan terus kita lakukan sampai kadar garam di Sungai Kapuas kembali rendah dan memenuhi persyaratan. Kalau kondisinya sudah normal, tentu kita tidak perlu lagi mengambil air dari tempat ini,” ujarnya.
Jajaran Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga diminta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. Penyediaan air tawar menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah kota bersama Perumda untuk memberikan kepastian pasokan air minum di tengah musim kemarau dan kondisi air baku yang belum sepenuhnya normal.
“Kita sudah upayakan lembur dan optimalkan segala daya dan tenaga untuk benar-benar memberikan layanan air bersih dan air minum bagi warga Pontianak,” katanya.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan, tongkang pertama yang tiba di intake Nipah Kuning membawa sekitar 1,1 juta liter air tawar.
Sementara itu, dua tongkang lainnya memiliki kapasitas lebih besar, masing-masing sekitar lima juta liter dan empat juta liter. Kedua ponton tersebut saat ini masih dalam proses pengisian dan selanjutnya akan ditambatkan ke IPA Parit Mayor.
Dengan kapasitas tersebut, total air tawar yang dapat diangkut dari tiga tongkang mencapai lebih dari 10 juta liter dalam satu rangkaian pengiriman.
Abdullah menjelaskan, air tawar dari tongkang tidak langsung dicampurkan dengan air baku Sungai Kapuas. Air tersebut terlebih dahulu ditempatkan di wadah penampungan khusus sebelum menjalani proses pengolahan lebih lanjut.
“Di instalasi pengolahan ada wadah penampungan. Untuk proses pengolahan hari ini kami usahakan bisa selesai,” jelasnya.
Hingga saat ini, Abdullah menyebut hampir empat juta liter air minum telah didistribusikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan pasokan air tawar dari tongkang yang masih dalam proses pengangkutan.
“Yang sudah kita distribusikan kurang lebih hampir 4 juta liter,” katanya.
Ia menambahkan, pengangkutan air tawar menggunakan tongkang akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi air baku Sungai Kapuas. Apabila kualitas air kembali normal dan kadar garam telah memenuhi persyaratan pengolahan, operasi pengangkutan air tawar dapat dihentikan.
Berdasarkan pemantauan terbaru, kadar garam di Instalasi Imam Bonjol mulai menunjukkan penurunan, dari sebelumnya sekitar 3.000 miligram per liter menjadi sekitar 1.300 miligram per liter. Namun, kondisi kadar garam di wilayah Nipah Kuning masih relatif tinggi.
Abdullah berharap hujan di wilayah hulu Sungai Kapuas dapat membantu mempercepat pemulihan kualitas air baku dalam beberapa hari ke depan.
“Mudah-mudahan hujan di daerah hulu memberikan dampak dalam dua atau tiga hari ke depan,” pungkasnya. [SK]