|

Donata Krisantus Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Karhutla di Kubu Raya

 

PKK Kalbar Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Karhutla. SUARASINTANG/SK
Kubu Raya (Suara Sintang) – Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lingga Dalam, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (20/9/2026).

Aksi sosial tanggap darurat tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan gratis, pemberian obat-obatan serta dukungan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kabut asap dan karhutla.

Masyarakat Dusun Lingga Dalam menerima bantuan berupa beras, telur, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis serta obat-obatan dari tim medis yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan sosial ini turut dihadiri Vikjen Keuskupan Agung Pontianak (KAP), Pastor Alexius Alex, Direktur Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Tim Relawan Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Pontianak, Tim Medis Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Caritas serta sejumlah pihak lainnya.

Donata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan langsung kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kondisi kesehatan warga selama situasi darurat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin hadir secara langsung bersama masyarakat. Bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga melihat dan mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak karhutla,” katanya.

Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami masyarakat Dusun Lingga Dalam akibat dampak karhutla. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan, khususnya masyarakat di Dusun Lingga Dalam,” ungkapnya.

Donata menilai kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kita memahami bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, kehadiran kita hari ini merupakan wujud kepedulian, solidaritas dan semangat gotong royong,” jelasnya.

Ia berharap bantuan berupa kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, obat-obatan dan air bersih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu meringankan beban warga selama kondisi darurat.

“Semoga bantuan berupa pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, sembako dan penyediaan air bersih ini dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” tutur Donata.

Donata juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Pontianak, Tim Medis Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Caritas, para relawan serta seluruh pihak yang telah bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menilai aksi sosial tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi bencana.

“Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendiri. Ada kepedulian, ada solidaritas dan ada semangat gotong royong dari berbagai pihak untuk bersama-sama membantu,” terangnya.

Donata juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla.

“Kita berharap kondisi ini dapat segera teratasi dan ke depan tidak terjadi lagi kejadian serupa. Mari kita terus menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian dan memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan dan seluruh pihak dalam menghadapi bencana,” tutupnya. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play