|

Kabut Asap Tebal Tahan Tiga Chinook Jepang di Mempawah, Uji Terbang Ditunda

 

Helikopter CH-47 Chinook milik Jepang di Pelabuhan Kijing Mempawah belum bisa mengudara dengan misi membantu Kalbar hadapi karhutla hingga Senin (14/9/2026). SUARASINTANG/SK
Mempawah (Suara Sintang) – Tiga helikopter CH-47 Chinook milik Jepang yang tiba di Kabupaten Mempawah untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum dapat mengudara hingga Senin (14/9/2026).

Bukan karena kendala teknis, melainkan kabut asap pekat yang masih menyelimuti wilayah Mempawah. Kondisi tersebut membuat jarak pandang hanya berkisar 0,1 hingga 1 kilometer sehingga belum memenuhi persyaratan keselamatan untuk pelaksanaan uji terbang.

Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengatakan, pasukan Jepang yang berada di kawasan Terminal Kijing untuk sementara hanya melakukan aktivitas pemeliharaan terhadap peralatan yang dibawa.

“Hari ini tentara dari Jepang hanya melakukan kegiatan maintenance di tempat (dermaga), karena jarak pandang hanya mencapai 0,1 sampai 1 kilometer,” kata Ali kepada wartawan.

Menurutnya, penerbangan tidak dapat dipaksakan ketika kondisi atmosfer belum mendukung. Uji terbang harus dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan penerbangan, sementara jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap menjadi kendala utama.

“Jadi dengan kondisi ini belum memenuhi syarat untuk pasukan Jepang untuk melakukan uji terbang,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, misi bantuan Jepang untuk sementara memasuki fase menunggu. Personel, helikopter, dan berbagai perlengkapan telah berada di Mempawah, namun kondisi udara yang masih tertutup asap belum memungkinkan CH-47 Chinook menjalankan misi melalui jalur udara.

Tiga helikopter berkemampuan angkut besar tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla. Kemampuan angkut yang dimiliki diharapkan dapat membantu proses penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Jepang dalam membantu Indonesia menghadapi dampak karhutla di Kalimantan Barat.

Sebelumnya, kapal besar Jepang, JS Kunisaki, telah tiba di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa ratusan personel serta berbagai perlengkapan yang akan digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan bencana.

Saat ini, pasukan Jepang masih bertahan di kawasan Terminal Kijing sembari memastikan seluruh personel, mesin, dan peralatan dalam kondisi siap digunakan ketika situasi memungkinkan.

Misi bantuan tersebut belum dibatalkan. Namun, untuk sementara waktu, tiga CH-47 Chinook masih harus menunggu hingga kondisi jarak pandang membaik dan standar keselamatan penerbangan terpenuhi.

Waktu pelaksanaan uji terbang akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer dan jarak pandang di wilayah Mempawah.

Dengan demikian, kabut asap yang menjadi dampak karhutla kini bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi kendala bagi operasi kemanusiaan melalui udara yang dipersiapkan untuk membantu menangani bencana tersebut. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play