|

Gubernur Norsan dan Kepala BNPB Pantau Langsung Pemadaman Karhutla di Rasau Jaya

 

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Dr. Suharyanto turun langsung memantau operasi pemadaman karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026). SUARASINTANG/SK
Kubu Raya (Suara Sintang) – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat. Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto turun langsung memantau operasi pemadaman karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, keduanya bersama Pangdam XII/Tanjungpura meninjau langsung kondisi lahan yang terbakar sekaligus memastikan upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan berjalan secara optimal.

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.

“Alhamdulillah, dari total luasan yang terdampak karhutla sekitar 38 ribu hektare, saat ini sekitar 200 hektare masih dalam penanganan. Titik api juga sudah mulai menurun dari 2.000 titik api, tinggal 100 lebih titik api. Dan alhamdulillah hari ini ada hujan,” kata Norsan.

Menurut Norsan, penanganan karhutla di kawasan gambut memiliki tantangan tersendiri. Kondisi lahan yang mudah terbakar dan api yang dapat menjalar maupun muncul kembali di bawah permukaan membuat penanganan membutuhkan kerja sama lintas sektor secara konsisten.

Karena itu, ia menegaskan sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat.

“Untuk kekompakan, alhamdulillah seluruh stakeholder dari TNI, Polri, kemudian Manggala Agni, kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemerintah pusat, masyarakat peduli api, berkolaborasi semuanya untuk memadamkan ini,” ujarnya.

Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, relawan dan masyarakat yang terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman, pendinginan serta pemantauan terhadap lokasi yang masih berpotensi terbakar.

Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang ikut turun langsung dalam upaya penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, baik Bapak Presiden, Pak Menteri Dalam Negeri dan juga Kepala BNPB Pusat yang sudah langsung hadir di lokasi ini melihat langsung situasi dan kondisi kebakaran di Kalimantan Barat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” ucap Norsan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Dr. Suharyanto mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Upaya tersebut juga diperkuat dengan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung penanganan kebakaran.

Suharyanto memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai unsur dalam operasi pemadaman karhutla di Rasau Jaya Tiga. Menurutnya, kekuatan utama dalam penanganan bencana tersebut terletak pada kolaborasi seluruh pihak di lapangan.

“Saya bangga melihat gabungan luar biasa di tempat ini. Pak Gubernur turun langsung, Pak Pangdam turun langsung. Lengkap unsurnya. Ada Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, Dinas Kehutanan, KPH, TNI-Polri gabung bahu-membahu,” ungkap Suharyanto.

Ia menilai keterlibatan lintas sektor sangat penting, terutama dalam menghadapi kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan cepat, terpadu dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pemerintah pusat memastikan operasi pemadaman dan pengendalian karhutla akan terus dilanjutkan. Upaya tersebut melibatkan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, KPH, masyarakat peduli api serta berbagai unsur terkait lainnya.

Selain memprioritaskan pemadaman titik api, langkah pengendalian juga diarahkan untuk mencegah munculnya kembali kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko terhadap kesehatan.

Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam dan masyarakat, pengendalian karhutla di Kalimantan Barat diharapkan dapat terus menunjukkan perkembangan positif hingga seluruh titik api berhasil ditangani. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play