Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para guru dan tenaga pendidik se-Kabupaten Sintang untuk tidak hanya menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, seni dan pembelajaran, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kekompakan serta memperkuat semangat kebersamaan di antara para pendidik.
Pembukaan PORSENIJAR Guru Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Sintang Yustinus J beserta jajaran pengurus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Herkolanus Roni beserta jajaran, serta para guru yang menjadi peserta PORSENIJAR Guru Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan rasa senang dan bangganya dapat hadir secara langsung di tengah-tengah para guru yang akan mengikuti berbagai pertandingan dan perlombaan dalam PORSENIJAR.
Menurutnya, PORSENIJAR bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang dalam bidang olahraga, seni maupun pembelajaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antarguru dari berbagai sekolah dan wilayah di Kabupaten Sintang.
“Saya merasa senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak dan Ibu guru yang akan bertanding dalam kegiatan PORSENIJAR ini. PORSENIJAR adalah kompetisi para guru dan para pendidik. Karena itu, saya yakin kompetisi ini akan berjalan dengan baik, karena yang bertanding adalah orang-orang yang seharusnya menjadi panutan,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Bupati Sintang menegaskan bahwa semangat kompetisi harus tetap dibangun dalam suasana yang sehat, sportif dan penuh persaudaraan. Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan bukan satu-satunya tujuan yang harus dikejar, sebab jauh lebih penting adalah terbangunnya solidaritas dan kebersamaan di antara para guru.
“Saya berharap seluruh pertandingan dan perlombaan dapat berjalan dengan lancar, tertib dan sportif. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk membangun solidaritas dan kebersamaan di antara sesama guru di Kabupaten Sintang,” katanya.
Bupati menambahkan, keberadaan guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan Kabupaten Sintang. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, sikap dan kepribadian generasi muda.
“Bagi saya, tenaga pengajar sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Sintang ke depan. Pemerintah Kabupaten Sintang mempercayakan salah satu bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia ini kepada Bapak dan Ibu guru,” tegasnya.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan dedikasi, kompetensi dan kepedulian terhadap perkembangan anak-anak di sekolah. Ia mengingatkan agar guru tidak pernah bosan untuk membimbing, mengingatkan dan memberikan teladan kepada peserta didik.
“Saya pesankan kepada semua guru untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan, membimbing dan mengajar anak-anak kita di sekolah. Ajarkan sesuai dengan kurikulum, tetapi jangan lupa ajarkan juga nilai-nilai kehidupan kepada mereka,” pesannya.
Menurut Bupati, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan informasi memberikan banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai ancaman yang harus diantisipasi bersama, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online serta berbagai perilaku negatif lainnya.
“Sekarang ini tidak cukup hanya mengajar materi pelajaran sesuai kurikulum. Anak-anak kita juga harus terus diingatkan mengenai akhlak, karakter dan bagaimana mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelasnya.
Bupati secara khusus mengajak para guru untuk turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan judi online di kalangan generasi muda. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat strategis untuk menanamkan kesadaran, disiplin, tanggung jawab dan nilai-nilai positif kepada anak-anak.
“Perang terhadap narkoba dan judi online juga harus menjadi perhatian kita bersama. Guru memiliki posisi yang sangat penting untuk mengingatkan anak-anak agar jangan sampai terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka,” ujarnya.
Gregorius Herkulanus Bala juga berharap momentum PORSENIJAR dapat memberikan energi positif bagi para guru untuk terus membangun semangat kebersamaan dan meningkatkan kualitas diri.
Ia menilai, guru yang sehat, kreatif, kompak dan memiliki semangat kebersamaan akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.
“Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas dan nikmati kebersamaan dalam kegiatan ini. Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana setelah kegiatan ini kita menjadi semakin kompak, semakin solid dan semakin kuat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” pesannya.
Bupati Sintang juga berharap PORSENIJAR dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Sintang, PGRI dan seluruh tenaga pendidik dalam bersama-sama membangun dunia pendidikan di Kabupaten Sintang.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama seluruh pihak, terutama para guru sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi penerus.
“Kalau kita ingin melihat Sintang yang lebih baik di masa depan, maka kita harus mempersiapkan anak-anak kita mulai dari sekarang. Dan Bapak dan Ibu guru adalah bagian penting dari proses tersebut,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, sportivitas dan persaudaraan, PORSENIJAR Guru Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan para guru sekaligus memberikan energi baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sintang.