|

Tabligh Akbar BKMT di Baya Mulya Sintang, Peran Perempuan dalam Pendidikan Generasi

Tabligh Akbar BKMT di Baya Mulya
Sintang (Suara Sintang)  – Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, mewakili Bupati Sintang menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Tebelian di Masjid Al Furqan, Desa Baya Mulya, Kecamatan Sungai Tebelian, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sungai Tebelian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pimpinan dan pengurus Masjid Al Furqan, Kepala Desa Baya Mulya, serta anggota BKMT Kecamatan Sungai Tebelian. Tabligh akbar ini menghadirkan Ustazah Siti Khadijah, S.Pd.I., sebagai penceramah.

Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan bahwa tabligh akbar memiliki arti penting, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, persaudaraan dan kerukunan merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan kaum perempuan.

“Saya memandang bahwa persaudaraan dan kerukunan merupakan modal utama dalam membangun daerah. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam mewujudkan Kabupaten Sintang yang maju, sejahtera, dan harmonis,” ujar Helmi.

Ia juga menyoroti tema kegiatan yang menekankan penguatan persaudaraan dan peningkatan peran perempuan sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.

Helmi mengatakan, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, karakter, moral, akhlak, dan kepribadian generasi muda juga harus menjadi perhatian bersama.

Dalam hal ini, perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sejak dini. Keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak untuk mengenal kasih sayang, kedisiplinan, kejujuran, kesopanan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keagamaan.

“Ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak di dalam keluarga. Karena itu, kualitas generasi penerus bangsa sangat dipengaruhi oleh bagaimana pendidikan dan pembinaan yang diberikan di lingkungan keluarga,” jelasnya.

Helmi berharap para ibu dan kaum perempuan, khususnya anggota BKMT, terus berperan aktif dalam membina keluarga, mendidik anak-anak, serta menanamkan nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak kaum perempuan menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Selain berperan dalam rumah tangga, Helmi menegaskan bahwa perempuan juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, serta pembangunan daerah.

Oleh karena itu, ia berharap BKMT Kecamatan Sungai Tebelian terus memperkuat perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga tempat belajar, berbagi pengetahuan, dan saling menguatkan di antara sesama anggota.

“Saya berharap BKMT tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, saling menguatkan, meningkatkan pengetahuan keagamaan, serta melahirkan kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Helmi.

Melalui kegiatan tabligh akbar ini, diharapkan terjalin hubungan persaudaraan yang semakin kuat di tengah masyarakat serta meningkatnya peran kaum perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. [rls]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play