| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengarahkan setiap kelurahan dan kecamatan menyiapkan penampungan air berkapasitas 4.000-5.000 liter. SUARASINTANG/SK |
Dua kebijakan utama disiapkan, yakni menyalurkan air tawar bersih ke kelurahan, kecamatan, dan sejumlah titik publik, serta memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengarahkan setiap kelurahan dan kecamatan menyiapkan penampungan air berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter. Penampungan tersebut akan menjadi titik suplai air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Air yang disalurkan merupakan air tawar bersih layak minum yang diolah Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
“Layak diminum, tapi sebaiknya dimasak dulu,” jelas Edi, Senin (14/9/2026).
Menurut Edi, pasokan air tawar saat ini cukup memadai seiring lancarnya operasional IPA 3 di Booster Imam Bonjol. Setiap hari, sekitar 1.000 ton air tawar akan diproduksi dan disuplai untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Distribusi air tersebut dilakukan di 29 kelurahan dan kecamatan serta sejumlah lokasi publik. Masjid-masjid yang memiliki bak penampungan air juga akan dilibatkan sebagai titik distribusi untuk memudahkan masyarakat memperoleh air bersih.
Edi memastikan titik-titik penyaluran akan terus diperbarui sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah akan menginformasikan lokasi distribusi sehingga masyarakat dapat mengetahui titik pengambilan air terdekat.
“Ini akan terus kita update selalu,” ujarnya.
Selain penyaluran air bersih, Pemkot Pontianak memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan mulai September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat menurunnya kualitas air baku selama musim kemarau.
Edi menjelaskan, teknis pemberian diskon akan dihitung berdasarkan pemakaian pelanggan rumah tangga. Perhitungan dilakukan pada akhir bulan berjalan dan direalisasikan pada tagihan bulan berikutnya.
“Nanti akan kita hitung di akhir bulan. Untuk bulan September, dihitung pada Oktober,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak juga menyiapkan langkah pendukung untuk memperkuat ketersediaan air baku tawar. Salah satunya dengan mendatangkan air dari Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menggunakan tiga tongkang.
Sumber air di wilayah tersebut tidak terdampak intrusi air laut sehingga diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan pasokan air baku untuk sejumlah instalasi pengolahan air.
“Di sana ada sumber air tawar yang akan kita bawa terutama ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang. Nantinya akan didistribusikan di wilayah tersebut,” jelas Edi.
Untuk penanganan jangka menengah, Edi telah memerintahkan jajaran Pemkot Pontianak, Dinas Pekerjaan Umum, dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas.
Koordinasi tersebut dilakukan dalam rangka penanganan pipa distribusi dari Penepat ke Pontianak serta perbaikan sejumlah instalasi pendukung sistem air baku.
“Saya sudah memerintahkan Dinas PU dan PDAM terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas yang bertanggung jawab terhadap air baku,” katanya.
Perbaikan rumah pompa dan pintu air juga menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah pekerjaan telah dianggarkan dan sedang berjalan, namun pelaksanaannya tetap perlu dipercepat agar fungsi sistem air baku dapat kembali optimal.
Sementara untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat menambah jaringan pipa hingga kawasan Biyung, Kabupaten Kubu Raya.
Pemerintah juga mendorong pembangunan bendung karet di kawasan Penepat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air baku Pontianak ketika menghadapi kemarau panjang.
“Jangka panjangnya kita minta dikaji bendung karet di Selat Parit Penepat. Kalau terjadi kemarau sangat panjang, bisa ditutup atau dibendung, tetapi tetap memperhatikan lalu lintas angkutan sungai,” jelasnya.
Edi berharap kebijakan penyaluran air bersih dan pemberian diskon bagi pelanggan rumah tangga dapat menjadi langkah cepat untuk membantu masyarakat menghadapi dampak krisis air bersih.
Pada saat bersamaan, pemerintah terus menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan ketersediaan air baku tidak terus berulang setiap kali Pontianak menghadapi kemarau panjang.
“Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. [SK]