|

Status Tanggap Darurat Karhutla Mempawah Diperpanjang hingga 22 September

 

Koordinator Operasi Darat Posko Terpadu Karhutla Mempawah, Desvan Erdanustie. SUARASINTANG/SK
Mempawah (Suara Sintang) – Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi memperpanjang masa status Tanggap Darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 9 hingga 22 September 2026.

Perpanjangan status tersebut dilakukan karena sejumlah titik panas atau hotspot masih terpantau di wilayah Kabupaten Mempawah. Selain itu, kabut asap tipis masih membentang dari wilayah selatan hingga utara dengan kualitas udara yang berada dalam kategori kurang baik.

Koordinator Operasi Darat Posko Terpadu Karhutla Kabupaten Mempawah, Desvan Erdanustie, mengatakan meskipun jumlah titik panas yang muncul tidak terlalu banyak, penanganan di lapangan tetap dioptimalkan untuk mencegah kebakaran meluas.

Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin, pemadaman langsung, serta pendinginan di area yang sebelumnya terbakar. Langkah pendinginan dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersisa benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Dalam pelaksanaan operasi, Posko Terpadu Karhutla Mempawah menerapkan sistem rolling atau pergantian sif bagi personel. Sistem tersebut diterapkan mengingat keterbatasan jumlah tenaga yang tersedia di lapangan, sementara penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

“Durasi kerja tim terbilang panjang, yakni dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 atau 17.00 WIB, menyesuaikan tingkat urgensi penanganan di lokasi,” ujar Desvan yang juga menjabat Kabid Kebakaran BPBD Mempawah, Jumat (11/9/2026).

Selain mengerahkan tim yang aktif melakukan pemadaman dan patroli, Posko Terpadu juga menyiagakan tim khusus di kantor. Tim tersebut bertugas merespons dengan cepat apabila terdapat laporan kejadian darurat lainnya.

Laporan yang masuk dapat berupa kebakaran permukiman, lahan perkebunan milik warga, maupun fasilitas umum. Dengan adanya tim standby, penanganan laporan tersebut dapat dilakukan tanpa mengganggu konsentrasi personel yang sedang bertugas di lokasi utama penanganan karhutla.

Desvan menegaskan seluruh unsur yang terlibat akan terus bekerja secara bersama-sama untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Seluruh elemen akan bergerak secara sinergis sambil terus memantau serta menerima informasi masuk dari masyarakat maupun tim patroli,” tegas Desvan. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play
Play